Koto Panjang, Lamposi — 7 Juni 2025
Pemerintah Nagari Koto Panjang, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh, sukses menggelar kegiatan “Satu Event Satu Nagari” pada tanggal 5–6 Juni 2025. Mengusung tema “Malakok”, kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarwarga, melestarikan nilai-nilai adat Minangkabau, serta memperkenalkan kembali tradisi khas nagari kepada generasi muda.
Kata malakok dalam budaya Minangkabau memiliki makna mendalam, yaitu prosesi masuknya seseorang ke dalam sebuah suku atau kaum melalui jalur adat. Melalui tema ini, acara disusun untuk merefleksikan semangat kebersamaan, penerimaan, dan penguatan identitas kultural masyarakat.
Kegiatan dipusatkan di Lapangan Balai Nagari Koto Panjang dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Nofriwandi.
“‘Malakok’ bukan hanya prosesi adat, tapi filosofi hidup orang Minangkabau. Melalui event ini, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong, keterbukaan, dan rasa saling memiliki di tengah masyarakat,” ujar Irwan dalam sambutannya.
Beragam kegiatan berlangsung selama dua hari, di antaranya:
- Simulasi prosesi adat “Malakok” secara langsung oleh niniak mamak dan pemuda nagari
- Pentas seni dan budaya, termasuk randai, silek tradisi, dan dendang kaba
- Pameran UMKM dan kuliner tradisional khas Koto Panjang
- Peragaan busana adat Minangkabau
- Dialog budaya bersama budayawan lokal dan pemuka adat
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, termasuk generasi muda yang turut terlibat sebagai panitia, pengisi acara, dan peserta lomba. Salah satu pelajar, Fira (17), mengatakan ia sangat bangga bisa ikut melestarikan tradisi.
“Saya jadi lebih tahu tentang pentingnya adat dan peran perempuan dalam budaya Minang. Seru sekali bisa tampil di depan banyak orang,” ujarnya.
Acara ditutup pada malam 6 Juni dengan pagelaran seni kolaboratif antara generasi muda dan tokoh adat yang menampilkan perpaduan musik tradisional dan kontemporer, mencerminkan semangat keberlanjutan budaya yang terbuka terhadap zaman.
Dengan suksesnya acara ini, Nagari Koto Panjang berharap dapat menjadi percontohan dalam pelaksanaan program “Satu Event Satu Nagari” sebagai wadah pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penguatan jati diri masyarakat.








Tinggalkan Balasan